Sabtu, Mei 29, 2010

Pemahaman Neo Spiritualisme Islam

M Henry Wahyudi 22 Juli 2009 jam 22:06 

Neo-Spiritualisme : Hampir sama dengan Neo Sufisme atau konsep dan ajaran baru tentang penanaman spiritual yang optimal dengan lebih mengakomodir praktik kehidupan manusia sehari-hari. Prinsip tariqah baru yang menyeimbangkan relasi vartikal-horizontal. Di Indonesia telah dikenalkan oleh Hamka melalui karyanya; Tasawuf Modern.
Kita telah menyadari bahwa tipologi masyarakat kita dewasa ini hanyalah sekelompok orang yang sering terperangkap dalam model pikir rasional dan mencampakkan dimensi batin, hingga melahirkan gaya hidup yang materialis dan hidonis, dalam arti masyarakat hanya berfikir kehidupan duniawi semata tanpa menghiraukan kehidupan ukhrawi, akibatnya berbagai penyimpangan kemanusian terjadi di segala sektor kehidupan, seperti; patologi batin, pagelaran korupsi, penindasan terhadap kaum lemah, penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, eksploitasi sumberdaya alam hingga menimbulkan kerusakan lingkungan, dekadensi moral dan lain sebagainya. Fenomena ini telah menjamur di masyarakat perkotaan, bahkan di pelosok desa sekalipun.
Di sisi bagian lain ada sebagian orang yang terlalu terlena dengan tradisi mistik-sufistik, mereka meyakini dengan meninggalkan kehidupan dunia akan mendapatkan kebahagian batin yang akhirnya menghantarkan mereka pada singgasana kemuliaan kelak di akhirat, dari pemahaman ini mereka tidak mautau terhadap berbagai penyimpangan yang terjadi di sekeliling mereka. Mereka acuh terhadap hiruk pikuk keruwetan zaman, karena mengurusi yang demikian dianggap sebagai kesiasiaan belaka. Pemahaman Islam yang seperti ini telah banyak dilirik oleh umat sejak tumbuh kembangnya aliran filsafat Islam yang banyak diadopsi dari Yunani . Beberapa ahli berpendapat bahwa kaum sufi menghindari bidang ilmu filsafat yang rentan dengan bid'ah tersebut dan membentuk hazanah keilmuan sendiri yang berasaskan asketis atau kerahiban (mendekatkan diri sepenuhnya kepada Tuhan). Sebab lain adalah konflik politik yang terjadi pada zaman itu. Ajaran Sufisme klasik masih berkembang sejak sekarang seolah melawan arus hedonisme (budaya asal senang) dan liberalisme barat yang telah mewabah pada dasawarsa ini.
Beberapa ulama modern mencoba mengambil jalan tengah dengan menimbang berbagai aspek serta kelebihan masing-masing gejala yang kompleks ini. Sufisme mau tidak mau terus dituduh oleh kaum modernis sebagai biang kejumudan Islam atau penyebab mandeg nya kreativitas dan prestasi kolektif dari umat yang dulu pernah mencapai zaman keemasannya ini. Di sisi lain, liberalisasi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat muslim hingga menelurkan pemahaman sekularitas (pemisahan agama dengan aspek lain kehidupan manusia) harus di rem sehingga akhlak dan identitas umat Islam terselamatkan.
Buya Hamka mencerna dengan cerdas hal tersebut dan merintis satu main ide yang cukup moderat; Noe Spiritualisme atau Tasawuf Modern, meskipun saat ini budaya hedonisme masih merajalela dan akan sulit bagi umat Islam terutama di Indonesia untuk membenahinya.
Adapun inti dari Neospiritualisme adalah rebalancing atau penyeimbangan kembali antara ibadah mahdlah dan ibadah mu'amalah. Pengenalan tasawuf ala modern ini sebagai instrumen pembinaan moral manusia modern, serta integrasi syari'ah dan optimalisasi ibadah sebagai wujud penyadaran umat Islam tentang hakikat seutuhnya dari agama Islam di samping optimalisasi kehidupan bermateri dengan positif dan penuh jiwa ketuhanan.
Adapun yang belum tercantum didalamnya adalah pemahaman baru tentang bagaimana bervisi atau berpandangan tentang kehidupan spiritual di dalam ke'aku'an seorang muslim dengan menginsafi bagaimana dia diciptakan, untuk apa di'ada'kan di muka bumi ini sehingga terbentuk satu insight atau wawasan baru sebagai manusia bermanusia dan manusia berTuhan. (Bersambung; Prinsip Neospiritualisme)
Teman2 sering bingung dalam merumuskan dan menggunakan visi sebaik mungkin dalam kehidupan dan karir kita.

Visi adalah kemampuan untuk melihat kepada sesuatu yang belum kelihatan dan menjadikan kelihatan

Ada 4 jenis Visi yang dilakukan Manusia selama hidupnya

· Zero Vision

Orang yang hidup tanpa memiliki visi sama sekali.

Pepatah: “The tragedy of life is what dies inside a man while he lives” ( Albert Einstein)

· Micro Vision

Kebanyakan selalu di mulai dari tahap ini, kemudian baru berlanjut ketahap yang lebih luas. Pada umumnya mereka yang memiliki micro vision adalah mereka yang berfokus untuk setia kepada keluarganya, pekerjaan-nya dan teman-temannya.

· Mezzo Vision

Pada umumnya mereka yang memiliki mezzo vision adalah mereka yang memiliki pengaruh dalam lingkungan seperti masyarakat, pelayanan, bisnis, dan pemerintah.

· Macro Vision

Pada umumnya mereka yang memiliki macro vision adalah mereka yang disebut ‘people public’. Visi ini menyangkut sebuah bangsa bahkan lebih. Macro vision ini selalu melewati banyak pencobaan dan ujian.



Mengapa kita harus memiliki sebuah VISI ?

Apa yang dapat visi dapat perbuat bagi kita ?

Ada lima hal yang tujuan pentingnya bervisi bagi kita:



1. Visi menolong supaya kita dapat mempunyai arah tujuan hidup

Kata ‘antusias’ itu berasal dari dua kata bahasa Yunani, yakni “en” dan “theos” , yang berarti “didalam Tuhan”. Jadi orang yang memiliki antusias dalam hidupnya adalah orang yang tinggal didalam Tuhan dan Tuhan didalam orang tersebut. Visilah yang memberi arah dalam hidup kita.

2. Visi menolong supaya kita dapat menyatukan seluruh konsentrasi, energi dan potensi kita

Visilah yang menolong kita untuk menyaring semua informasi yang masuk.

3. Tanpa visi kita tidak akan menjadi seorang pemimpin.

A blind man’s world is bounded by the limits of his touch; an ignorant man’s world is bounded by the limits of his knowledge; a great man’s world is bounded by the limits of his vision.

4. Visi dapat membuat kita berani didalam mengambil keputusan

Visilah yang menolong kita untuk mengambil keputusan yang tepat.

Max Gunther, penulis buku “The very, very Rich and How They Got That Way”, dalam researchnya, mengatakan bahwa ada tiga hal yang utama dari kepribadian orang-orang suksess. Salah satu dari tiga hal ini adalah “making decision”. Mereka adalah orang-orang yang berani didalam mengambil suatu keputusan.

Selamat Bervisi!! 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

sahabat-sahabatku

Spirit

Kebesaran dan kehebatan seorang manusia bukanlah karena dia tidak pernah gagal, tapi karena tidak pernah berhenti dan selalu bangkit setiap mengalami kegagalan

Semua orang yang sukses harus mengalami minimal 1-2 kegagalan terlebih dahulu 

Ingat, setiap kegagalan, bagaimanapun buruknya hal itu tergantung dari sudut mana anda melihatnya dan menyikapinya

novyar nafis on Facebook